Month: May 2019

My Tomorrow, Your Yesterday: Kisah Cinta yang Njelimet dan Mengharukan

Tidak banyak film yang punya kesan kuat sejak menit awal penayangannya. Namun, film My Tomorrow, Your Yesterday (2016) sudah membuat hati berdebar bahkan sejak menit kedua. Kalau kamu pecinta film romantis, pernyataan cinta tanpa tedeng aling-aling si tokoh lelaki kepada perempuan yang baru saja dilihatnya cukup membuat tersipu dan senyum-senyum sendiri. Lalu cerita mengalir layaknya…
Read more

Kado Pernikahan

Rumah adalah hati yang bertuan Sejauh berjalan selama itu pula menghitung langkah Jarak adalah kesabaran yang tak kenal ujung melekat pada debar jantung sebagai kesetiaan Waktu akan menampakkan dirinya sebagai jalan pulang sebagai kekasih yang menuntunmu ke muka ibu Semesta tertunduk rumah-rumah menutup pintu Akhir perjalanan telah ditentukan Suara tetabuhan meliuk di beranda Orang-orang berhamburan…
Read more

Tentang Transgender Pertama di Dunia dalam The Danish Girl

Pada tahun 1920-an Einar Wegener (Eddie Redmayne) adalah seorang pelukis pemandangan (the landscape artist) terkenal di Denmark. Istrinya, Gerda Wegener (Alicia Vikander) juga seorang pelukis, pelukis potret (the portrait artist). Suatu hari model yang akan Gerda lukis terlambat datang. Kemudian ia meminta Einar untuk berpose menyerupai lukisannya yang hamper selesai. Awalnya semua nampak seperti lelucon…
Read more

Room: Ketika Terpisah dari Dunia Luar

Ruangan itu hanya seukuran kamar biasa. Di dalamnya terdapat ranjang, lemari, bathtub, alat masak, tempat cuci piring, serta meja makan.  Semua jadi satu. Bahkan jemuran baju pun ada di sana. Tak ada jendela, hanya jendela  loteng yang membuat sinar matahari bias sedikit masuk. Setiap pagi Jack (Jacob Tremblay) selalu mengucapkan selamat pagi  kepada benda-benda yang…
Read more

Mimpi 5 cm

Katanya, bermimpilah setinggi langit. Sedari kecil didoktrin seperti itu lewat buku maupun tayangan televisi. Maka, saya pun memulai mimpi-mimpi besar saya. Mulai dari tinggal di kota besar hingga keliling dunia. Iya, mimpi saya tak pernah berupa materi. Saya hanya ingin pergi, pergi yang jauh melihat dunia, melihat orang-orang, melihat pemandangan.  Saya tak cukup mampu bertahan…
Read more

Bapak Kawin Lagi

“Ibu yang nyuruh bapakmu kawin lagi, Ras. Ibu yang ndak sanggup.” Suara ibu tak henti-hentinya menggelegar di telinga. Aku lemas. Semua yang ada di hadapan menjadi samar, kabur, dan aku tak lagi berpijak. Dua bulan yang lalu aku melihat bapak menggandeng wanita lain. Wanita itu bukan ibu. Aku terhenyak. Tak percaya bapak yang begitu pendiam…
Read more

Belajar Pantang Menyerah Lewat The Revenant

Sebuah peluru laras panjang diarahkan kepada seekor rusa di tengah hutan yang basah, dan boom. Kemudian beberapa menit berikutnya kita disuguhkan pada pertempuran berdarah. Anak panah menancap di punggung, leher, kepala. Belum lagi adegan bacok membacok. Hiii..darah bergelimpangan di mana-mana. Persembahan awal film yang ngeri dan tegang sekaligus meyakinkan. The Revenant (2015) sekilas Nampak seperti…
Read more

Leicester City dan Harapan Sepakbola Indonesia

Senin malam itu, hampir semua orang di kota berkumpul. Di stadion, bar-bar, pusat kota hingga rumah teman. Yang penting ada televisi.  Orang-orang itu sedari sore sudah bersiap menyambut kemungkinan terbaik yang akan terjadi malam nanti. Klub kebanggaan kota mereka menjadi juara Liga Primer untuk pertama kalinya  sepanjang sejarah. Sesuatu yang bahkan mungkin tak pernah berani…
Read more

Bobo dan Khayalan-khayalan Masa Kecil

Ketika masih Sekolah Dasar dulu, ada waktu di mana saya sangat cemas menunggu mama pulang dari mengajar. Saya cemas mama tak membawa oleh-oleh untuk saya.  Jika mama tiba, saya langsung memburunya, mencium tangannya kemudian membongkar isi tasnya. Saya sangat gembira jika menemukan majalah Bobo di dalamnya. Saat majalah Bobo terbit di setiap bulannya, mama tak…
Read more

Merasa Indonesia dengan Bulutangkis

Sampai hari ini saya masih heran mengapa tenis lebih populer ketimbang bulutangkis. Jika hitungannya hanya Indonesia, bulutangkis tentu juaranya, tapi di Amerika atau Eropa sana, tenis adalah salah satu olahraga yang pertandingannya selalu dipenuhi penonton. Mereka rela duduk berjam-jam dan hanya sesekali bertepuk tangan. Penonton tidak diperkenankan untuk berteriak apalagi memakai atribut. Coba bandingkan dengan…
Read more